News Update >    News >    Optimalkan Produksi Tambak, Agro Bahari (UDNG) Manfaatkan Teknologi IoT

Optimalkan Produksi Tambak, Agro Bahari (UDNG) Manfaatkan Teknologi IoT

Bagikan Informasi Ini lewat

image   image   image  
cover berita

JAKARTA, investortrust.id PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menerapkan budidaya udang melalui layanan data dan teknologi (IoT). Langkah ini bertujuan untuk memajukan sektor akuakultur dan meningkatkan kualitas panen tambak udang perseroan. 

 

Penerapatan IoT budidadaya udang dilakukan dengan menggandeng perusahaan teknologi PT JALA Akualultur Lestari Alamku. JALA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang akuakultur penyedia layanan data dan teknologi (IoT) untuk tambak udang, pemasaran hasil panen udang, dan pembiayaan lengkap dengan pendampingan untuk tambak udang melalui solusi inovatif berbasis IoT.

 


Sedangkan Agro Bahari (UDNG) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembesaran crustacea air payau, khususnya tambak untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di daerah Bangka Selatan. Saat ini, perseroan memiliki 14 kolam tambak udang yang mengedepankan pendekatan sains dan statistik dalam menjalankan kegiatan produksi. 

 

“Kolaborasi stategis UDNG dengan JALA bertujuan untuk memajukan sektor akuakultur dan peningkatan kualitas panen tambak udang yang dikelola perseroan.  Inisiatif ini dirancang untuk memanfaatkan kekuatan teknologi IoT terdepan dalam mengoptimalkan produksi tambak udang dan menerapkan inovasi baru dalam sektor akuakultur,” ungkap CEO Agro Bahari (UDNG) Vincent Lukito di Jakarta, kemarin.

 

Dia mengatkaan, JALA akan menyediakan layanan aplikasi manajemen budidaya udang dan teknologi terkini untuk memantau parameter kualitas air di tambak udang yang dikelola perseroan. Penerapan teknologi ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi tambak udang dan memungkinkan perusahaan untuk memantau kualitas air tambak secara detil.

 

UDNG nantinya memanfaatkan produk Water Quality Measurement Device (Baruno) dan aplikasi manajemen budidaya udang dari JALA. Aplikasi JALA akan mencatat dan memantau parameter budidaya secara efisien, memfasilitasi penyesuaian pola pemberian pakan, optimalisasi kualitas air, dan pemanfaatan analisis data untuk prediksi dan pencegahan potensi penyakit, sehingga secara signifikan mengurangi risiko wabah penyakit dalam budidaya udang.

 


“Kemitraan dengan JALA bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka kemungkinan baru dalam praktik akuakultur yang lebih berkelanjutan. Kami yakin bahwa dengan solusi IoT ini, peningkatan produksi sambil menjaga kualitas lingkungan tambak bisa diwujudkan," terangnya.

 

Sementara itu, CEO JALA Liris Maduningtyas mengatakan, perseroan bangga bisa berkontribusi dalam industri akuakultur melalui solusi IoT yang dimiliki perseroan, yaitu aplikasi manajemen budidaya udang dan produk Water Quality Measurement Device (Baruno).

 

“Dengan kombinasi solusi ini, kami ingin membantu perusahaan budidaya tambak udang memahami kondisi budidayanya dengan lebih baik dan memantau kualitas air dengan lebih akurat, untuk mencapai budidaya yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan efisien,” terangnya.

 

5 Top News Update

cover berita
Harga Anjlok 69%, Saham Jaya Trishindo (HELI) Kena Suspensi
Kamis, 30 Mei 2024
cover berita
Bank Raya (AGRO) Incar Jutaan Komunitas lewat Fitur Saku Bareng
Kamis, 30 Mei 2024
cover berita
Barito Renewables Energy (BREN) Ubah Penggunaan Dana Hasil IPO
Kamis, 30 Mei 2024
cover berita
Venteny (VTNY) Absen Bagi Dividen Meski Kinerja Melaju, Ada Apa?
Kamis, 30 Mei 2024
cover berita
Barito Renewables Energy (BREN) Bagi Dividen Rp 801 Miliar
Kamis, 30 Mei 2024
Laporan Hasil Public Expose EPAC
Jumat, 05 Jan 2024
Penyampaian Prospektus LUCY
Rabu, 03 Jan 2024
Laporan Hasil Public Expose PPRO
Rabu, 03 Jan 2024
Penyampaian Materi Public Expose LMAS
Rabu, 03 Jan 2024
Laporan Hasil Public Expose CSMI
Rabu, 03 Jan 2024
Techno Fundamental KKGI
Kamis, 30 Mei 2024
INCIDENTAL Report ADRO
Kamis, 30 Mei 2024
Techno Fundamental BBYB
Rabu, 29 Mei 2024
INCIDENTAL Report WIIM
Rabu, 29 Mei 2024
Techno Fundamental MARK
Selasa, 28 Mei 2024