Perseroan mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 51,0% di sektor iklan digital media dari sebelumnya Rp 889,2 miliar menjadi Rp 1.342,8 miliar, dan melonjak 217,0% di sektor jasa keuangan digital dari Rp 45,8 miliar pada H1-2021 menjadi Rp 145,1 miliar pada H1-2022. Di sisi lain, pendapatan dari bisnis non-core media Perseroan mengalami penurunan pada iklan non digital dan TV berbayar satelit, masing-masing sebesar 12,7% dan 28,8%. Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih dari Rp 1.045,1 miliar pada H1-2021 menjadi Rp 1.056,0 miliar di H1-2022.
Beriku link yang dapat diakses terkait detail informasi di atas:
Sumber: IDX
|
TOBA Jajakan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 PersenJumat, 10 Apr 2026 |
|
Kurangi Muatan, Green Energy Buang 350 juta Saham BRENJumat, 10 Apr 2026 |
|
CNMA Gulirkan Dividen Jumbo, Ikuti JadwalnyaKamis, 09 Apr 2026 |
|
BNLI Bagi Deviden Rp 1,27 Triliun, Cum Date 15 AprilKamis, 09 Apr 2026 |
|
MPPA Ungkap Transaksi BaruKamis, 09 Apr 2026 |
HPS Daily ReportSelasa, 25 Nov 2025 |
Laporan Hasil Public Expose EPACJumat, 05 Jan 2024 |
Penyampaian Prospektus LUCYRabu, 03 Jan 2024 |
Laporan Hasil Public Expose PPRORabu, 03 Jan 2024 |
Penyampaian Materi Public Expose LMASRabu, 03 Jan 2024 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 09 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 02 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 01 Sept 2025 |