Perseroan melihat industri listrik di Indonesia, energi terbarukan surya menjadi urutan pertama. Dalam rangka untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha Perseroan di bidang ketenagalistrikan perseroan berencana melakukan penambahan bidang usaha Industri Peralatan Elektrotermal Rumah Tangga, Industri Peralatan Listrik Lainnya, Pembangkit Tenaga Listrik, Penjualan Tenaga Listrik, dan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha. Manfaat yang diperoleh dari penambahan kegiatan usaha akan menambah Pendapatan bagi Perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan laba bersih usaha perseroan untuk tahun 2022 diproyeksikan bertambah berturut-turut sebesar Rp 444,1 Juta. Adapun dalam jangka waktu 2022-2026 kedepan omset dapat dinaikkan menjadi Rp 444,1 juta, Rp 2,1 Miliar, Rp 4,2 miliar, Rp 6,6 miliar, dan Rp 9,0 miliar dibandingkan tanpa penambahan kegiatan usaha. Dengan adanya penambahan bisnis baru Perseroan yakni berupa PLTS dan SPKLU. Maka, akan memberikan pada kondisi keuangan Perseroan yang lebih baik. Pendapatan dari PLTS diperkirakan akan didapat pada tahun 2022 dengan proyeksi sebesar Rp 1.000.000.000, Kenaikan atas usaha bisnis baru perseroan tersebut akan tumbuh setiap tahunnya sebesar 415%, 106%, 54,5%, 37,3% dan 25,0% di tahun 2023 – 2027. - Sementara asumsi pendapatan SPKLU Perseroan diperkirakan mulai ada di tahun 2022 dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp 1.000.000.000,- kemudian kenaikan atas usaha bisnis baru tersebut akan tumbuh sebesar 213%, 106%, 54,5%, 37,3% dan 25,0% di tahun 2023 – 2027. Persetujuan atas rencana Penambahan Bidang Usaha, akan diusulkan dan dimintakan persetujuan kepada RUPS Luar Biasa (“RUPSLB”) yang akan diselenggarakan oleh Perseroan bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) pada Rabu, 29 Juni 2022.
Sumber: IDX
|
TOBA Jajakan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 PersenJumat, 10 Apr 2026 |
|
Kurangi Muatan, Green Energy Buang 350 juta Saham BRENJumat, 10 Apr 2026 |
|
CNMA Gulirkan Dividen Jumbo, Ikuti JadwalnyaKamis, 09 Apr 2026 |
|
BNLI Bagi Deviden Rp 1,27 Triliun, Cum Date 15 AprilKamis, 09 Apr 2026 |
|
MPPA Ungkap Transaksi BaruKamis, 09 Apr 2026 |
HPS Daily ReportSelasa, 25 Nov 2025 |
Laporan Hasil Public Expose EPACJumat, 05 Jan 2024 |
Penyampaian Prospektus LUCYRabu, 03 Jan 2024 |
Laporan Hasil Public Expose PPRORabu, 03 Jan 2024 |
Penyampaian Materi Public Expose LMASRabu, 03 Jan 2024 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 09 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 02 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 01 Sept 2025 |