Perseroan memberikan pernyataan mengenai target Pembiayaan yang dikemukakan berdasarkan analisis kondisi kinerja tahun 2021 yang masih dipengaruhi oleh kondisi pandemi, dimana produksi Pembiayaan alat berat Perseroan baru beroperasional kembali di bulan Mei 2021 dengan mempertimbangkan kondisi makro ekonomi. Beberapa strategi yang dilakukan Perseroan adalah mempersiapkan program penjualan yang menarik dan penambahan jaringan bisnis. Optimisme tercapainya target pembiayaan alat berat pada tahun ini sejalan dengan proyeksi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (“APPI”) yang menyebutkan bahwa pembiayaan alat berat dapat tumbuh lebih dari 20% atau mencapai 14.000-14.500 unit pada 2022, naik dari tahun sebelumnya sejumlah 12.000 unit, kemudian hal tersebut juga diperkuat oleh kenaikan harga komoditas yang berdampak pada peningkatan kebutuhan alat berat. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan juga telah mencatat per April 2022, piutang pembiayaan alat berat telah mencapai Rp 32,12 triliun. Sebagai informasi, periode triwulan I tahun 2022, Perseroan membukukan Pembiayaan alat berat sebesar Rp42 miliar dan triwulan II tahun 2022 sebesar Rp107 miliar (termasuk memperhitungkan estimasi produksi di bulan Juni 2022)
Sumber: IDX
|
TOBA Jajakan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 PersenJumat, 10 Apr 2026 |
|
Kurangi Muatan, Green Energy Buang 350 juta Saham BRENJumat, 10 Apr 2026 |
|
CNMA Gulirkan Dividen Jumbo, Ikuti JadwalnyaKamis, 09 Apr 2026 |
|
BNLI Bagi Deviden Rp 1,27 Triliun, Cum Date 15 AprilKamis, 09 Apr 2026 |
|
MPPA Ungkap Transaksi BaruKamis, 09 Apr 2026 |
HPS Daily ReportSelasa, 25 Nov 2025 |
Laporan Hasil Public Expose EPACJumat, 05 Jan 2024 |
Penyampaian Prospektus LUCYRabu, 03 Jan 2024 |
Laporan Hasil Public Expose PPRORabu, 03 Jan 2024 |
Penyampaian Materi Public Expose LMASRabu, 03 Jan 2024 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 15 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 09 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSelasa, 02 Sept 2025 |
HPS Daily AnalyticsSenin, 01 Sept 2025 |